MITOS-MITOS PADA LIDAH YANG MASIH DIPERCAYA
MASYARAKAT
SAMPAI SEKARANG
Lidah
merupakan salah satu organ dari sistem pencernaan dan merupakan salah satu indera khusus (special sense) yang dimiliki oleh
manusia. Lidah merupakan organ pengecap yang menyebabkan perbedaan persepsi
rasa yang dimiliki tiap orang, dengan ambang rasa yang terendah ialah rasa
pahit. Sehingga bila kita sakit, rasa pahit akan mendominasi rasa makanan yang
masuk ke dalam mulut kita.
Akan
tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata ada beberapa hal yang sebenarnya tidak
benar atau dengan kata lain mitos tentang lidah yang masih dipercaya masyarakat
sampai sekarang dan diajarkan di sekolah-sekolah. Apa saja mitos-mitos
tersebut, simak penjelasan di bawah ini.
Lidah hanya dapat merasakan
4 macam rasa
Mitos
yang satu ini masih diajarkan keberbagai sekolah-sekolah. Faktanya,
molekul-molekul rasa yang dirasakan oleh lidah itu sangat banyak, hanya saja
dalam persepsi rasa dibagi ke dalam 5 kategori rasa, bukan 4 rasa.
Mitos
yang berkembang mengatakan bahwa hanya ada 4 rasa yang bisa dirasakan oleh
lidah yakni manis, asin, asam dan pahit. Faktanya, lidah dalam mempersepsikan
rasa, dapat mempersepsikan 5 macam rasa, yakni manis, asin, asam, pahit, dan
gurih (umami).
Pada
lidah ada berbagai reseptor rasa yaitu manis, asin, asam, pahit, dan gurih (umami). Akan tetapi, umami hanya bisa dirasakan oleh bagian
paling belakang di lidah, yakni pada papilla
circumvalata.
Bagaimana
bisa orang-orang berpendapat tentang rasa gurih, mempersepsikan rasa gurih dan
mendeskripsikan bagaimana rasa gurih kalau lidah kita hanya bisa merasakan rasa
manis, asin, asam dan pahit?
Pembagian region
(daerah) perasa
Mitos
yang satu ini masih diajarkan di sekolah-sekolah sampai hari ini. Bahwa rasa
yang dirasakan oleh lidah itu ada pembagiannya,
yakni manis di ujung lidah, asin dan asam di sisi kanan dan kiri lidah
(asin lebih di depan dibandingkan asam) dan pahit dibagian tengah lidah.
Faktanya,
pada lidah ada struktur yang disebut papilla. Nah, di papilla-papilla ini ada reseptor perasa. Reseptor-reseptor
rasa tersebut memiliki bentuk menyerupai bawang. Pada tiap bagiannya dapat
mendeteksi rasa pada lidah yang akan diteruskan ke otak dan dipersepsikan
sebagai suatu rasa seperti manis, asin, asam, pahit, dan gurih (umami).
Itulah
penyebab lidah dapat merasakan rasa manis dari makanan walaupun tidak
diletakkan pada ujung lidah, rasa asin dan asam dari makanan walaupun tidak
diletakkan pada tepi lidah dan rasa pahit bila tidak diletakkan tepat di tengah
lidah.
Lidah hanya merupakan
indera perasa
Mitos
yang satu ini erat kaitannya dengan mitos-mitos sebelumnya, di mana masyarakat
percaya bahwa lidah merupakan indara khusus (special sense) yang hanya berupa indera perasa. Jadi, masyarakat
berpikir bahwa fungsi dari lidah
hanyalah merasakan rasa dari suatu makanan.
Faktanya,
lidah merupakan organ yang sangat sensitif yang juga dapat merasakan tekanan
pada mulut. Selain itu, lidah juga dapat merasakan rasa sakit karena memiliki
reseptor nyeri dan tekanan. Jadi, di lidah tidak hanya ada reseptor rasa saja.
Komentar
Posting Komentar